STRATEGI BERBISNIS
Setiap orang bisa sukses selagi ada kemauan untuk berusaha dan juga tahu apa
yang harus dilakukan untuk bisa menggapai satu kesuksesan. Meraih sukses bukan
satu hal yang mudah dan di dalam bisnis strategi bisnis sangatlah penting untuk
bisa dipikirkan dan diaplikasikan dengan baik. Satu bisnis tanpa satu strategi
yang tepat akan berakhir kurang baik dan mungkin justru merugi.Mulai dengan Skala Kecil
Memulai satu bisnis tidak perlu terburu-buru terlebih lagi jika memang tidak ada modal yang memadai. Cukup mulai dengan skala kecil dan dikembangkan secara bertahap. Memang pada awalnya akan terasa sulit untuk bisa mengembangkan satu usaha, tetapi dengan menggunakan strategi yang tepat, kesuksesan tidak akan menjadi sekeping lukisan yang hanya ada di dalam angan. Strategi bisnis juga harus bisa diterapkan dengan tepat dan setiap individu yang berbisnis haruslah mampu untuk bisa membaca situasi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada di depan mata.
Berbisnis atau usaha dengan modal kecil bisa dilakukan siapa saja salah satu yang memiliki kemauan dan ada beragam cara dan strategi yang bisa diterapkan. Agar satu strategi bisnis bisa diterapkan dengan baik, akan lebih baik apabila setiap individu bisa mengerti apa yang sedang diinginkan oleh konsumen di pasaran. Mencari tahu apa yang sedang populer ditawarkan sebagai produk dari satu bisnis menjadi salah satu hal yang perlu untuk dilakukan. Minat konsumen yang ada di pasar selalu berubah dan kemampuan untuk membaca perilaku pasar ini bisa membantu usaha untuk menjadi lebih maju.
Tetapkan Target dan Segmen Pasar
Agar satu strategi bisa dibuat dan direncanakan dengan baik dan bisa diterapkan dengan tepat, ada baiknya untuk bisa menetapkan target dari bisnis yang sedang dibangun. Dengan mengetahui target pasar, perencanaan strategi bisnis bisa dilakukan dengan lebih baik karena sudah ada target pasti yang bisa dianalisa. Lakukanlah analisa pasar dengan baik isalya dengan melihat apakah ada trend baru yang populer di pasar dan apakah trend baru ini akan sesuai dengan usaha yang sedang dibangun. Jika tidak sesuai, apakah bisa trend tersebut diadaptasi ke dalam bentuk yang lain yang sesuai dengan produk usaha yang dijalani.
Kejelian di dalam menganalisa berbagai perubahan yang ada di pasar menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari bagus atau tidaknya satu strategi yang direncanakan. Satu strategi bisnis yang baik akan mencakup segala aspek yang penting agar satu bisnis yang sedang dibangun bisa mencapai kesuksesan yang diidamkan. Tentu saja, strategi harus bisa diterapkan dengan baik dan tepat pada sasarannya. Keefektifan dari satu strategi juga menjadi satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Berikut ada 14 kiat sukses bagi usaha kecil yang bisa kita pelajari:
1. Mulailah dari Kesenangan Pribadi
Carilah usaha yang memang dekat dengan kesenangan atau kemampuan pribadi. Kemampuan itu adalah modal kita yang pertama. Kita bisa merenungkan, apa saja yang kita kuasai dan mampu kita kerjakan dengan baik. Kemampuan ini akan berkembang terus, dan kita yang tahu seluk-beluknya. Setiap usaha punya kerumitan dan masalahnya sendiri.
2. Pelajari Dengan Seksama Bidang Usaha yang Akan Kita Geluti
Banyak orang jahat di dunia ini. Namun, kita jangan khawatir karena orang baik pun tidak sedikit jumlahnya. Kita hanya perlu mengenali siapa mereka. Oleh karena itu, sebelum menerjuni sebuah usaha, kita perlu memahami karakteristik usaha tersebut agar tidak menjadi korban orang jahat yang memanfaatkan ketidaktahuan kita.
Hal-hal yang harus kita pelajari dan mengerti di antaranya sebagai berikut:
a. Bagaimana proses produksinya? Carilah informasi sebanyak-banyaknya untuk bisa kita pertimbangkan efisiensi biayanya.
b. Siapa saja konsumennya? Carilah informasi mengenai segmentasi konsumen yang hendak kita bidik dan bagaimana menyampaikan informasi tentang usaha kita kepada mereka.
c. Seberapa besar peluangnya? Buatlah perhitungan sederhana hingga detail mengenai peluang usaha tersebut. Dengan begitu, kita bisa cermat memperhitungkan struktur permodalan, regulasi keuangan, dan omset yang mungkin kita capai.
3. Susunlah Rencana Usaha
Perencanaan usaha meliputi bagaimana kita mengkonsep detail usaha kita, struktur permodalan, aspek-aspek teknis, dan manajemen pengelolaan usaha. Buatlah rencana tersebut dalam buku khusus. Susunlah langkah-langkahnya dengan sistematis. Buatlah target yang realistis, tidak terlalu mudah dan tidak pula muluk-muluk. Perencanaan yang baik akan menjadi panduan kita untuk mengelola suatu usaha.
4. Mengukur Peluang dari Usaha Baru
Kita dapat mengukur peluang dari usaha baru yang akan kita buat. Semua usaha baru dimulai karena ada kebutuhan. Setelah kita mengidentifikasi adanya kebutuhan, barulah ada pasar yang potensial.
5. Lakukan Uji Coba
Jika memungkinkan, lakukan uji coba terhadap produk yang akan kita kembangkan. Uji coba berfungsi untuk mengetahui minat konsumen, hal-hal non-teknis yang kadang tidak terpikirkan, dan berbagai hal lain yang akan semakin menajamkan rencana usaha yang telah kita susun. Uji coba juga memungkinkan kita menghimpun kritik dan saran, mengetahui kekurangan produk untuk kita perbaiki, dan mengetahui kelebihannya untuk bisa kita maksimalkan.
6. Ciptakan Keunikan untuk Menarik Perhatian
Image yang baik tentu saja berpengaruh terhadap respon konsumen. Seringkali citra baik suatu produk baru didapat setelah proses bertahun-tahun. Oleh karena itu, di awal usaha, setiap produk harus mampu mencuri perhatian konsumen. Kita harus menciptakan keunikan untuk mencuri perhatian. Namun, keunikan tersebut tetap harus bercitra positif. Keunikan itu bisa diaplikasikan dalam bentuk merek, cara pengemasan, cara penyajian, servis purna layanan, dan sebagainya.
7. Jangan Menunda-nunda dan Jangan Terburu-buru
Penyakit yang sering dialami masyarakat kita adalah menunda-nunda tindakan saat kesempatan terbuka. Tentu saja, ini tidak baik sebab kesempatan tidak datang dua kali. Oleh karena itu, bangkit dari kemalasan dan memutus rantai penundaan adalah langkah yang harus dilakukan untuk meraih sukses. Namun, bukan berarti kita boleh terburu-buru. Semua harus dilakukan dengan cermat, dimulai pada saat yang tepat, direncanakan dengan baik dan maksimal.
8. Siapkan Diri untuk Berkompetisi
Kompetisi adalah sesuatu yang mutlak kita hadapi dalam proses usaha. Oleh sebab itu, kita harus siap dengan kompetisi tersebut. Mulailah dari rancangan produk yang mampu bersaing, mental enterpreneur yang kuat dan tahan banting, serta kemampuan memperbarui ide dengan hal-hal baru yang lebih baik. Jika memungkinkan, ubahlah lawan menjadi kawan. Ubahlah persaingan menjadi mitra, minimal bangunlah iklim persaingan yang sehat.
9. Bersaing dalam Kualitas, bukan Harga
Banyak usaha gulung tikar karena menyikapi persaingan dengan cara menurunkan harga. Jangan terprovokasi dengan iklim tersebut. Bersainglah dengan meningkatkan kualitas, bukan menurunkan harga. Memang, pada akhirnya, harga memiliki pengaruh sangat kuat dalam persaingan. Namun, jika harga menjadi bagian utama persaingan, itu tidak tepat. Menurunkan harga membuat kita harus menurunkan kualitas. Kualitas yang buruk membuat konsumen menjauh. Sementara kualitas yang baik, membuat konsumen ikhlas jika harganya sedikit mahal.
10. Jadikan Konsumen Sebagai Mitra, Bahkan Konsultan
Mungkin kita sering mendengar istilah “Pembeli adalah raja.” Mereka harus kita layani sebaik-baiknya. Akan lebih baik jika bisa kita jadikan mitra. Bahkan, konsultan. Jangan segan-segan meminta pendapat mereka mengenai produk. Selain mendapat masukan berharga, cara semacam ini berfungsi membangun keterikatan. Mereka akan “merasa memiliki” produk tersebut.
11. Pertimbangkan Lokasi dan Tata Letak dengan baik
Untuk usaha kecil dalam bidang penjualan, promosi terbaik adalah lokasinya. Tata letak pabrik dan toko yang baik akan mempermudah kemampuan produksi.
12. Kemaslah Promosi Dengan Baik, Elegan, dan Tidak Norak
Promosi yang dikemas baik akan menaikkan citra produk. Bicara masalah promosi, sama sekali tidak bicara masalah kuantitas, tetapi kualitas. Promosi yang baik adalah tepat sasaran. Jangan sampai, promosi justru membuat konsumen terganggu. Promosi bisa dilakukan dengan membuat pamflet kecil yang disebarkan ke masyarakat, kartu nama yang disisipi informasi produk, keikutsertaan dalam event yang melibatkan massa sesuai pangsa pasar yang dibidik. Sesuaikan bahasa, desain, dan cara penyampaiannya dengan target tersebut.
13. Internet Marketing
Saat ini, internet telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kita bisa memasarkan produk melalui internet dengan membuat blog, web, dan banner iklan. Keikutsertaan dalam jejaring sosial juga sangat membantu penyebaran informasi. Bahkan, citra suatu produk bisa dibangun dengan cara tersebut. Jadi, kesertaan kita dalam jaringan internet marketing dan bisnis online adalah sebuah terobosan.
14. Mencari modal atau partner
Jika tidak punya modal sendiri, maka kita perlu mencari kerjasama dengan orang lain. Disarankan kita harus berhati-hati dalam masalah administrasi keuangannya, karena banyak kasus penipuan. Banyak partner yang curang atau nakal. Jika kita hanya punya kemampuan, misalnya, ada kemungkinan partner kita akan “menendang” kita keluar begitu dia dan anak buahnya menguasai keahlian yang diperlukan tersebut. Kita perlu menempatkan orang yang kita percaya untuk mengawasi keuangan, kalau bisa kita tangani sendiri soal uang ini. Selalu berhati-hati agar tidak ditipu orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar